Adriansyah, PPAB GMNI Baubau Tempat Lahirnya Kader Berani Kritis dan Berkarakter

    Adriansyah, PPAB GMNI Baubau Tempat Lahirnya Kader Berani Kritis dan Berkarakter
    Wakil Ketua DPRD Baubau, Adriansyah Farmin ST (Kiri) Saat Membawakan Materi Kepemimpinan Pada PPAB GMNI Komisariat Unidayan, Jumat (16/01/2026)

    BAUBAU – Wakil Ketua DPRD Kota Baubau, Adriansyah Farmin, menjadi pemateri dalam kegiatan Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Baubau yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Komisariat Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 16–18 Januari 2026, bertempat di sekretariat GMNI Kota Baubau.

    PPAB GMNI kali ini mengusung tema “Melahirkan Kader Progresif yang Berjiwa Marhaenis serta Nasionalis sebagai Jalan Menghadapi Tantangan Zaman.” Tema tersebut dinilai relevan dengan kondisi sosial, politik, dan kebangsaan yang terus mengalami dinamika.

    Dalam pemaparannya, Adriansyah Farmin menekankan pentingnya kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai ideologi Marhaenisme serta semangat nasionalisme dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Ia mengajak kader GMNI untuk tidak hanya menjadi aktivis kampus, tetapi juga menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

    “Kader GMNI harus mampu memadukan pemikiran kritis, keberpihakan pada rakyat kecil, serta integritas moral dalam setiap peran yang dijalankan. Kepemimpinan sejati lahir dari keberanian mengambil sikap dan konsistensi memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan, ” ujarnya.

    Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kontrol sosial dan motor penggerak perubahan. Oleh karena itu, proses kaderisasi seperti PPAB menjadi ruang penting dalam membentuk karakter, ideologi, dan kepemimpinan kader GMNI.

    "peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol sosial, yang mampu menjembatani kepentingan rakyat dengan arah kebijakan Negara. Proses kaderisasi seperti PPAB ini merupakan fondasi penting dalam melahirkan pemimpin masa depan yang berintegritas dan berjiwa kerakyatan.

    Adriansyah Farmin juga menambahkan bahwa kepemimpinan mahasiswa hari ini harus berangkat dari kesadaran ideologis dan tanggung jawab sosial. Ia menyampaikan bahwa nilai-nilai Marhaenisme harus menjadi pedoman dalam membaca realitas sosial serta dalam merumuskan gerakan mahasiswa yang berpihak pada kaum tertindas.

    “Menjadi kader GMNI bukan sekadar soal berorganisasi, tetapi tentang bagaimana menanamkan nilai perjuangan, keberanian bersikap, dan kesetiaan pada ideologi Marhaenisme serta nasionalisme Indonesia. Tantangan zaman semakin kompleks, sehingga dibutuhkan pemimpin yang progresif, kritis, dan berkarakter, ” ujar Adriansyah di hadapan peserta PPAB.

    Sementara itu, panitia PPAB GMNI Komisariat Unidayan menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai dasar organisasi kepada anggota baru, sekaligus membangun militansi dan kesadaran ideologis sebagai kader Marhaenis.

    Selama kegiatan berlangsung, peserta dibekali berbagai materi, mulai dari pengenalan organisasi, ideologi Marhaenisme, keorganisasian, hingga kepemimpinan. Diharapkan melalui PPAB ini lahir kader-kader GMNI yang progresif, nasionalis, dan siap menjawab tantangan zaman serta berkontribusi bagi bangsa dan negara.

    adriansyah gmni ppab baubau dprd sultra
    HARIANTO

    HARIANTO

    Artikel Sebelumnya

    Polda Sultra Ungkap 35 Kasus Korupsi di...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Rancangan UU Disinformasi Ancaman Kebebasan Berekspresi?
    PA3KN DPR Gelar Workshop Penulisan Karya Ilmiah Kebijakan untuk Penguatan Analisis APBN
    Warga Katobengke Sampaikan Aspirasi Strategis dalam Reses DPRD Baubau
    Thomas Djiwandono Deputi Gubernur BI, Said Abdullah: Publik Tak Perlu Khawatir
    Gubernur Lemhannas: Fondasi Generasi Hebat Dibangun Dari Keluarga

    Ikuti Kami